Warning: fopen(/storage/ssd3/834/2221834/tmp/ePTTCZUnLRzC-QtCs9B.tmp): failed to open stream: Disk quota exceeded in /storage/ssd3/834/2221834/public_html/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-ftpext.php on line 117

Warning: unlink(/storage/ssd3/834/2221834/tmp/ePTTCZUnLRzC-QtCs9B.tmp): No such file or directory in /storage/ssd3/834/2221834/public_html/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-ftpext.php on line 120

INSIDIOUS: THE LAST KEY adalah Potongan Cerita yang Butuh Ditambahkan


Beureum.com – Tiga film INSIDIOUS telah mendatangkan pendapatan sebanyak 5,028 triliun rupiah dari pemutarannya di banyak negara, termasuk di Indonesia. Angka tersebut tentu boleh dibilang hasil yang menggembirakan dari sebuah pemutaran film horor, mengingat pesaing film horor Amerika tidak sedikit. INSIDIOUS berhasil mencuri perhatian karena banyak hal, salah satunya adalah konsep the further (alam baka) yang ditawarkan dan juga jalinan cerita yang terus dieksplor. 

Sedikit mengulas balik kisah INSIDIOUS, sang penulis skenario menulis terlebih dahulu INSIDIOUS 1 dan 2 yang kemudian disusul INSIDIOUS 3 sebagai sebuah prekuelnya. INDISIOUS THE LAST KEY bakal mengambil setting waktu di antara film ketiga dan yang pertama. Dalam film ini, kisah cenayang Elise Reinier (yang diperankan Lin Shaye) bakal menjadi fokus utamanya. 

Elise adalah cenayang yang punya tim khusus untuk membantu orang-orang yang diganggu hantu. Kalian bisa melihat aksinya di film pertama dan kedua. Sementara di film ketiga, kalian melihat salah satu kasus yang diselesaikannya di awal karir. Lantas mengapa ada film keempat yang sekali lagi membahas Elise? Berikut alasannya.

“Kita bakal tahu bahwa ia punya masa lalu yang keras. Dan meski begitu, ia tumbuh menjadi sosok penolong dan pendengar. Dia tidak menyerah karenanya. Jadi penting bagi penonton untuk menontonnya, seperti mewarnai gambar, film keempat bahwa memberi warna tentang siapa sebenarnya dia,” jawab Lin Shaye ketika ditemui KapanLagi.com di Hong Kong beberapa waktu lalu. 

Sejak film ketiga, tokoh Elise menjadi lebih mencuri perhatian. Salah satu yang kemudian kerap ditanyakan adalah seputar masa lalunya. INSIDIOUS: THE LAST KEY menjawab pertanyaan tersebut dengan memberi porsi lebih kepada Elise dalam cerita yang disuguhkan.

“Dari sini kita akan tahu secara lengkap apa yang membuat Elise  menjadi sosok yang seperti ini. Aku suka bermain dalam film. Itu sangat menyenangkan sekaligus berat. Sangat menguras emosi,” ungkapnya. 

Wawancara selengkapnya bisa ditonton dalam video ini.

INSIDIOUS: THE LAST KEY mengambil setting waktu di antara CHAPTER 3 dan INSIDIOUS 1. Dalam film keempat ini, Elise dihadapkan pada misteri serta teror hantu di rumah masa kecilnya. Bukan perkara mudah bagi Elise karena ia memiliki kenangan buruk selama ia tinggal di rumah tersebut. Kini, ia harus memberanikan diri untuk menyelesaikan teror di rumah tersebut. Tidak hanya untuk menolong orang lain, tapi juga menyelesaikan urusan masa lalu yang belum selesai. 

Untuk keempat kalinya Lin Shaye kembali memerankan tokoh Elise Reinier dalam INSIDIOUS. Skenario filmnya masih tetap ditulis oleh bapak INSIDIOUS, Leigh Whannell. Namun untuk kursi penyutradaraan Universal Pictures mempercayakannya kepada Adam Robitel (co-writer PARANORMAL ACTIVITY: THE GHOST DIMENSION). Filmnya bakal tayang di bioskop Indonesia mulai 3 Januari 2018. Pantau terus KapanLagi.com untuk berita-berita terbarunya. 

Terbaru dari INSIDIOUS THE LAST KEY

sumber : kapanlagi.com

loading...