Warning: fopen(/storage/ssd3/834/2221834/tmp/ePTTCZUnLRzC-6bjMjA.tmp): failed to open stream: Disk quota exceeded in /storage/ssd3/834/2221834/public_html/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-ftpext.php on line 117

Warning: unlink(/storage/ssd3/834/2221834/tmp/ePTTCZUnLRzC-6bjMjA.tmp): No such file or directory in /storage/ssd3/834/2221834/public_html/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-ftpext.php on line 120

Rhoma Irama Trauma Ikut Lomba Panjat Pinang 17 Agustus


Beureum.com Jakarta Serangkaian lomba tradisional biasanya digelar ketika peringatan hari kemerdekaan tiba. Di setiap tempat di penjuru negeri, momen 17 Agustus selalu identik dengan lomba balap karung, tarik tambang, panjat pinang, dan lainnya. Setiap orang tentu memiliki kenangan, dan tak terkecuali Rhoma Irama.

Ketika ditanya mengenai lomba 17-an paling berkesan, Rhoma Irama menyebut panjat pinang. Menurutnya, lomba ini yang telah membuatnya trauma.

“Momen 17-an paling diingat adalah panjat pinang. Saya pernah ikut panjat pinang sebagai anak Indonesia. Tapi saya trauma gak mau lagi,” kata Rhoma Irama di Konser Kemerdekaan Indosiar, Pantai Karnaval Ancol, Jakarta Utara, Kamis (17/8/2017).

Ketika itu, tangan Rhoma Irama yang mengikuti lomba tersebut sempat tergencet oleh para peserta lainnya. Rasa sakit pun dirasakan oleh Rhoma Irama. Alhasil, ia pun segera menarik diri dari lomba tersebut.

Rhoma Irama. (Deki Prayoga/Bintang.com) 

Sebagai musisi yang akrab dengan gitar, tangan menurut Raja Dangdut ini adalah sebuah aset yang sangat bernilai. “(Trauma) Karena tangan saya keinjek. Sementara ini kan tangan adalah aset,” lanjutnya.

Namun, diantara perlombaan lainnya, panjat pinang adalah lomba yang paling menantang. Setiap peserta harus bekerjasama dengan peserta lainnya untuk bisa sampai ke posisi paling puncak dan mengambil hadiah yang dipersembahkan.

“Kan panjat pinang ini filosofinya bersatu saling dukung mendukung demi mencapai satu tujuan,” ujar Rhoma Irama.

sumber : bintang.com

loading...