Warning: fopen(/storage/ssd3/834/2221834/tmp/ePTTCZUnLRzC-kdJWrm.tmp): failed to open stream: Disk quota exceeded in /storage/ssd3/834/2221834/public_html/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-ftpext.php on line 117

Warning: unlink(/storage/ssd3/834/2221834/tmp/ePTTCZUnLRzC-kdJWrm.tmp): No such file or directory in /storage/ssd3/834/2221834/public_html/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-ftpext.php on line 120

Tak Hanya Tonjolkan Sisi Komedi, ‘YOWIS BEN’ Juga Sarat Akan Pesan Moral


Beureum.com – Dalam beberapa waktu ke depan, film karya Fajar Nugros dan youtuber Bayu Skak akan tayang di bioskop. Film yang diberi judul YOWIS BEN ini menghadirkan bintang muda yang masih fresh. Selain Joshua Suherman, Brandon Salim dan Cut Meyriska, YOWIS BEN juga menampilkan aksi influencer terkenal seperti Devina Aureel. 

Diakui oleh Joshua Suherman, keputusan Bayu Skak menggandeng nama-nama Youtuber terkenal lantaran lingkungan mereka yang lekat dari hal tersebut. Tak hanya aktor dan aktris yang bertalenta, film YOWIS BEN juga sarat akan pesan moral, terutama untuk para remaja yang nanti akan menonton film tersebut.

“Pesan dari film ini lebih ke pembuktian sih. Bahwa setiap orang itu butuh suatu pembuktian, apapun caranya. Kebetulan di film YOWIS BEN kita pilih tema yang anak muda banget, yaitu musik,” ujar Joshua Suherman, saat ditemui di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Sabtu (27/1/2018).

Joshua menyebut film 'YOWIS BEN' sebagai kategori dry comedy. © KapanLagi.com/Muhammad Akrom SukaryaJoshua menyebut film ‘YOWIS BEN’ sebagai kategori dry comedy. © KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya

Menurut Joshua Suherman, film YOWIS BEN tak hanya mengandalkan celetukan dan kekonyolan para pemainnya, namun juga dari segi cerita. Ia bahkan tak menyebut film tersebut dengan genre pure comedy. Joshua menuturkan, film ini juga menonjolkan sisi persahabatan dan cinta antar karakternya.

“Wah gua kurang begitu pandai menggeneralisasikan tapi mungkin gua bisa bilang dry comedy kali ya? Komedinya ada sepanjang film tapi emang kedalamannya tidak sebagai film komedi tetap drama tapi diisi banyak banget titik-titik tawanya,” tambahnya lagi.

Lebih lanjut, Joshua mengatakan bahwa saat proses reading, ia dan para pemain lainnya lebih mengeksplor peran yang akan mereka mainkan. Sehingga ketika proses syuting, mereka bebas untuk improvisasi dan tak tergantung 100 persen dengan naskah.

“Di skenario ada beberapa poin komedi. Terus waktu reading kita eksplor lagi. Nah di lokasi syuting kadang ada improvisasi juga,” pungkasnya.

Jangan Lewatkan!!
Berita Foto

(kpl/far/tmd)

sumber : kapanlagi.com

loading...